10 Oktober 2009

TANDA-TANDA DAJJAL.

Berikut ini kami kutipkan beberapa Hadits yang menerangkan tanda-tanda yang mengiringi munculnya Dajjal. Adapun arti tanda--tanda itu akan diterangkan kelak.





Sai Baba dikatakan merupakan salah satu daripada Dajjal Kecil sebelum tibanya Dajjal yang Sebenar





Adakah Seperti ini rupa dajjal?



1. Syurga dan Neraka Dajjal

"Ia (Dajjal) akan datang dengan membawa semacam syurga dan neraka; dan apa yang ia katakan syurga itu sebenarnya, neraka" (Misykat, halaman 473).

"Dan ia akan membawa air dan api. Dan apa yang orang-orang melihatnya air, itu sebenarnya api yang menghanguskan; dan apa yang orang-orang melihatnya api, iiu sebenarnya air tawar yang sejuk" (Misykat, halaman 473)

"Ia akan membawa api dan sungai dan barang siapa jatuh dalam apinya, ia akan memperoleh ganjaran dan disingkirkan bebannya." (Kanzul-'Ummal, jilid VII, halaman 2975)

"la akan membawa gunung roti dan sungai penuh air "(Kanzul-'-Ummal, jilid VII, halaman 2985).

"Ia membawa dua sungai, yang satu penuh air, dan satu lagi penuh api" (idem, halaman 2985)

"Dajjal akan muncul dengan membawa sungai dan api; barang siapa masuk dalam sungainya; ia akan memikul beban dan dilenyapkan ganjarannya; dan barangsiapa masuk dalam apinya, akan memperoleh ganjaran dan dihilangkan bebannya" (idem, halaman 2029).

Di antara fitnah Dajjal ialah bahwa ia akan membawa sorga dan neraka; adapun neraka Dajjal ialah sorga, dan sorga Dajjal ialah Neraka. Maka barangsiapa diuji dengan neraka Dajjal, hendaklah ia mohon pertolongan Allah sambil membaca permulaan surat al--Kahfi, maka neraka akan menjadi dingin dan damai" (idem, halaman 2028).

"Dan ia akan membawa semacam sorga dan neraka. Dan sorga Dajjal penuh dengan asap, sedangkan neraka Dajjal adalah kebun yang menghijau" (idem, halaman 2074).

Hadits yang lain berbunyi:

"Sungguh ia akan membawa sorga dan neraka. Adapun neraka Dajjal ialah sorga, dan sorga Dajjal ialah Neraka. maka barang siapa diuji dengan neraka Dajjal, hendaklah ia menutup matanya dan mohon pertolongan Allah, dan neraka itu akan dingin dan damai" (idem, halaman 2079).

"Bagaimana perasaan kamu jika kamu diuji oleh seseorang yang sungai-sungai dan buah-buahan di bumi akan dibikin tunduk kepadanya" (idem, halaman 2090).

"Ia akan menjelajah dengan membawa dua gunung. Yang satu, penuh dengan pohon, buah-buahan dan air, dan yang lain, penuh dengan api dan asap. Ia berkata: Ini adalah sorga, dan ini adalah neraka" (idem, halaman 2110).

2. Kecepatan dan kendaraan Dajjal

"Kami bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimanakah cepatnya perjalanan Dajjal di muka bumi? Beliau menjawab: seperti cepatnya awan ditiup angin" (Misykat bab Dajjal).

"Bumi akan digulung untuknya; ia menggenggam awan di tangan kanannya, dan mendahului matahari di tempat terbenamnya; lautan hanya sedalam mata-kakinya; di depannya adalah gunung yang penuh asap" (Kanzul-'Ummal, jilid VII, halaman 2998).

"Ia akan meloncat-loncat di antara langit dan bumi" (Abu Dawud).
.
"Dajjal akan muncul dengan naik keledai putih; yang jarak antara dua telinganya adalah tujuh puluh yard" (Misykat, halaman 477)

"Ia mempunyai seekor keledai yang ia naiki, yang jarak antara dua telinganya adalah empat puluh yard" (Kanzul-'Ummal, jilid VII, halaman 2104).-

"Ia menaiki seekor keledai putih, yang masing-masing telinganya tiga puluh yard panjangnya, dan jarak antara kaki yang satu dengan kaki yang lain adalah perjalanan sehari semalam" (idem, halaman 2998).

3. Harta kekayaan Dajjal

"Dan ia melalui hutan rimba, dan ia berkata kepadanya: Keluarkanlah kekayaanmu, maka kekayaaan rimba itu mengikuti dia, bagaikan lebah mengikuti ratunya" (Misykat, halaman 473).

4. Kawan-kawan Dajjal hidup senang, dan musuh-musuh Dajjal hidup sengsara

"Ia datang pada suatu kaum dan mengajak mereka (supaya mengikuti dia), dan kaum itu beriman kepadanya, ia memberi perintah kepada langit, maka turunlah hujan, lalu ia memberi perintah kepada bumi, maka keluarlah tumbuh-tumbuhan. Lalu ia datang kepada kaum yang lain, dan mengajak mereka (supaya mengikuti dia), dan kaum itu menolak ajakannya, maka berpalinglah ia dari mereka, lalu kaum itu tertimpa kelaparan, dan tak ada sedikit kekayaan pun yang mereka kuasai" (Misykat, halaman 473).

"Dan di antara fitnah Dajjal ialah, apabila ia datang pada suatu kaum yang tak mau beriman kepadanya, maka tiada lagi ternak mereka yang tertinggal, melainkan binasalah semuanya; dan apabila ia datang pada kaum lain yang beriman kepadanya, maka ia memberi perintah kepada langit, lalu turunlah hujan, dan ia memberi perintah kepada bumi, lalu keluarlah tumbuh-tumbuhan" (Kanzul--'Ummal, jilid VII. halaman 2028).

"Sungai-sungai dunia dan buah-buahan akan tunduk kepada Dajjal; maka barangsiapa mau mengikuti dia, ia akan memberi makan kepadanya dan menjadikan dia seorang kafir dan barang siapa menentang dia, maka persediaan makanannya akan dirampas dan dihentikan mata-pencahariannya" (Kanzul-'Ummal; jilid VII halarnan 2090).

"Ada beberapa kaum yang bersahabat dengan Dajjal akan berkata: "Sesungguhnya kami tahu bahwa Dajjal adalah kafir, tetapi kami bersahabat dengan Dajjal, agar kami dapat makan dari makanannya, dan agar kami dapat memberi makan ternak kami dari pohon-pohonnya" (idem, halaman 2092).

"Dan ia (Dajjal) akan membawa gunung roti, dan sekalian manusia akan mengalami kesukaran, terkecuali orang yang mengikuti dia" (idem, halaman 2104).

5. Partemuan Dajjal dangan roh

"bersama-sama Dajjal akan dibangkitkan setan-setan yang rupanya mirip dengan orang-orang yang telah meninggal, apakah itu ayah ataukah saudara" (idem, halaman 2065).

"Setan-setan yang rupanya mirip dengan orang yarg telah meninggal akan menyertai Dajjal, dan mereka akan berkata kepada orang yang masih hidup: Kenalkah engkau padaku? Aku adalah saudaramu; aku adalah ayahmu; atau aku adalah salah seorang kerabatmu" (idem, hal. 2078).

"Bersama-sama Dajjal akan dibangkitkan setan-setan yang akan bercakap-cakap dengan manusia" ( idem, halaman 2104).

6. Kaum Yahudi di belakang Dajjal

"Dan di belakangnya ialah Dajjal yang bersama-sama dia adalah tujuh puluh ribu orang Yahudi" (idem, halaman 2028)

"Kebanyakan orang yang mengikuti Dajjal ialah kaum Yahudi, para wanita, dan rakyat jelata" (Kanzul-'Ummal, jilid VII, hal. 2065).
"Kebanyakan orang yang menyertai Dajjal ialah kaum Yahudi, dan para wanita" (idem, halaman 2214).

"Dajjal musuh Allah, akan muncul dan dia akan disertai oleh bala tentara yang terdiri dari kaum Yahudi dan segala macam bangsa" (idem, halaman 2974).

7. Pengaruh Dajjal Terhadap Wanita

"Dan orang yang paling akhir yang mendatangi Dajjal ialah kaum wanita, sampai-sampai seorang pria mendatangi ibunya, anaknya perempuan, saudaranya perempuan dan bibinya, lalu mengikat mereka, agar mereka tak datang kepada Dajja!" (idem, hal. 2116).

8. Dajjal dan anak-anak yang tidak sah

"Awas! Kebanyakan kawan dan pengikut Dajjal ialah kaum Yahudi dan anak-anak yang tidak sah" (idem, halaman 2998)

9. Laki-laki seperti wanita, dan wanita seperti laki-laki

"Dan para wanita akan tampak seperti laki-laki dan laki-laki akan nampak seperti wanita" (idem, halaman 2998)

10. Penyembuhan Ajaib

"Dan Dajjal akan menyembuhkan orang buta, orang sakit lepra, dan akan menghidupkan orang mati" (idem; halaman 2080)

11. Bisikan Jahat Dajjal

"Barangsiapa mendengar perihal Dajjal, hendaklah menyingkir daripadanya. Demi Allah! Orang akan mendatangi Dajjal, dan ia menyangka bahwa dia adalah orang mukmin, dan ia akan mengikuti dia (Dajjal) karena sak wasangka yang ditimbulkan dalam batinnya" (Kanzul-'Ummal, jilid VII, halaman 2057)

12. Munculnya Dajjal

"Ia (Dajjal) akan berkata: Apabila rantai yang mengikat aku ini lepas, aku tak akan membiarkan sejengkal tanah pun yang tak di-injak oleh kakiku, terkecuali kota suci Madinah" (idem, halaman 2991 )

"Dan tak sejengkal tanah pun di muka bumi ini yang tak dikuasai oleh Dajjal, terkecuali kota Makkah dan Madinah" (idem, hal. 2028).

"Dan tak lama lagi, aku (Dajjal) akan diizinkan keluar, maka aku akan keluar dan mengadakan perjalanan di muka bumi, dan tak satu tempat-tinggal pun yang tak kusinggahi selama empat puluh malam, terkecuali Makkah dan Madinah" (idem, halaman 2988).



Terdapat hadis nabi SAW menyatakan seperti berikut:-

"Barang siapa hafal sepuluh ayat pertama dan sepuluh ayat terakhir Surat Al-Kahfi ia akan selamat dari (fitnahnya) Dajjal"



Wallahu a'lam,

Muhammad Zahid Waliuddin

Selanjutnya...

07 Oktober 2009

Imam Mahdi.....Khalifah Umat Islam Akhir Zaman

SEJAK dahulu hinggalah ke hari ini masalah siapakah sebenarnya AI-Mahdi tidak henti-henti menjadi perkara yang diperbahaskan. Akibat daripada itu, terdapat setengah golongan umat Islam yang cuba mengandaikan seseorang sebagai Al-Mahdi. Sementara setengah pihak pula (Ahlu Sunnah Wal Jamaah) tidak menetapkan seseorang sebagai Al-Mahdi, sebaliknya men­yerahkan perkara tersebut kepada urusan Allah S.W.T. Apa yang penting bagi kita ialah yakin akan kemunculannya sebagaimana yang dikhabarkan oleh Rasulullah S.A.W.



Bagi menjelaskan siapakah sebenarnya Ai-Mahdi, marilah kita merujuk kepada kitab-kitab para ulama Islam yang mu’tabar dan diakui kesahihannya. Di antara kitab-kitab tersebut ialah Al-Hawi Lii Fatawa karangan Imam As-Suyuti, Mukhtasar Fil Mahdi Al-Muntadzar dan As-Sawaiqul Mukhriqat karangan Ibnu Hajjar Al-Haitami, At-Tawadhihu Fl Tawaturi Ma Jaa Fil Muntadziri Waddajal Wal Masihi karangan Al-Allamah As­Syaukani, Ibrazul Wahmil Maknun Min Kalam Ibni Khaldun karangan Al-Muhaddits Sayid Ahmad Siddiq Al-Ghumari dan banyak lagi kitab-kitab lainnya yang menerangkan secara jelas tanda-tanda dan sifat-sifat Al-Mahdi sebagaimana yang disebutkan oleh hadits-hadits Rasulullah SAW.


Kitab-kitab tersebut menerangkan bahawa nama Al-Mahdi ialah Muhammad bin Abdullah sementara gelarannya pula ialah Abu Abdullah. Menurut riwayat yang sah Al-Mahdi adalah dari keturunan Sayidina Hassan bin Ali. Sesungguhnya telah tersabit bahawa Al-Mahdi adalah keturunan Hassan bin Ali sebagaimana yang tersebut di dalam hadith sahih yang diriwayatkan oleh Al-Imam Abu Daud dalam Sunannya,


“Telah berkata Ali sambil memandang puteranya ­Hassan,” Sesungguhnya Puteraku ini ialah sayid sebagaimana yang telah dinamakan oleh Nabi SAW. Dari keturunannya akan lahir seorang lelaki yang namanya seperti nama Nabi kamu, menyerupai baginda dalam perangai dan tidak menyerupai baginda dalam rupa dan bentuk.”


Hadits ini telah disahkan oleh para ulama di antaranya Al-Manawi di dalam kitabnya Al-Kabir, Ibnu Atsir dalam kitabnya An-Nihayah, Ibnu Qayyim Al Jauziyah dalan kitabnya Gharibul Hadits dan Al-Manarul Munif Fi Sahihi Wad Dha’if, Al-Muhaddits Sayid Ahmad Siddiq Al-Ghumari di dalam kitabnya Aqidah Ahlil Islam Fi Nuzuli Isa AS dan lain-lain lagi.


Di dalam kitab Naqdul Manqul m.s 8O pengarang kitab tersebut memetik kenyataan lbnu Qayyim Al-Jauziyah, “kebanyakan hadits-hadits menunjukkan bahawa Al-Mahdi adalah anak dari Sayidina Hassan bin Ali.”


Abu Thahir Muhd Syamsul Haq dalam kitabnya ‘Aunal Ma’bud (syarah Sunan Abu Daud), memetik kenyataan Al-­Hafiz Imanuddin yang menyebut bahawa hadits-hadits mengenai Al-Mahdi menunjukkan bahawa ia dari ahli bait Rasulullah SAW, zuriat Fatimah dan anaknya Hassan bin Ali. (sila rujuk kitab ‘Aunal Ma’bud juzu’ II m.s 374 dan 382)


Tersebut di dalam kitab Hasyiah As-Sabban ms 137, bahawa riwayat yang mengatakan Al-Mahdi dari keturunan Al-Hussin adalah terlalu lemah. Sementara di dalam kitab Al-Iza’ah m.s 147 riwayat yang mengatakan Al-Mahdi dari keturunan AI-Hussin bin Ali adalah dha’if.


Terdapat juga hadits-hadits yang menyatakan bahawa Al-Mahdi dari keturunan Al-Abbas bin Abdul Muttalib. Maka para ulama hadits menghimpunkan hadits yang berlawanan. Iaitu hadits-hadits yang mengatakan Al-Mahdi dari keturunan Sayidina Hassan bin Ali adalah sah dan hadits yang mengatakan AI-Mahdi dari keturunan Al-Abbas dan Al-Hussin adalah dha’if. Ini adalah sebagaimana kenyataan yang dibuat oleh Al-Hafiz Abut Hassan Ad-Darqatni.


Hadith Tentang Al-Mahdi


1. Dari Jabir bin Abdullah ra katanya ; "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, : "Sentiasa ada di kalangan umatku golongan yang berperang di atas kebenaran, mereka sentiasa zahir hingga hari Qiamat. Sabdanya lagi: "Kemudian turun Isa bin Maryam A.S dari langit, dan berkata pemimpin mereka (Imam Mahdi), silalah menjadi imam solat kami dan Nabi Isa menjawab, tidak, bahawa sebahagian Kamu sebagai kemuliaan Allah SWT ke atas umat ini (umat Islam) .
(Hadith riwayat Muslim).


2. Dari Ali bin Abu Talib bahawa Rasulullah SAW bersabda : "Al-Mahdi itu dari ahlul bait, Allah membawa kebaikan dengannya dalam satu malam.

(Hadith riwayat Imam Ahmad).


3. Dari Dzar dari Abdullah dari Nabi SAW yang bersabda : "Sekiranya dunia hanya tinggal sehari sahaja (sebelum kiamat) nescaya Allah memanjangkan hari itu sehingga bangkit padanya seorang lelaki dari keturunanku atau dari kaum keluargaku, yang namanya seperti namaku, nama bapanya seperti nama bapaku, ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan saksama sebagaimana bumi dipenuhi kezaliman dan kekejaman.

(Hadith riwayat Abu Daud dan Tarmizi).


4. Dari Abu Said Al-Khudri ra berkata : "Aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda ; "Akan lahir dari umatku seorang lelaki yang menyeru dengan sunnahku, Allah menurunkan hujan dari langit untuknya, bumi mengeluarkan hasil dan darinya bumi dipenuhi dengan kedurjanaan dan kekejaman. Ia memerintah umat ini selama tujuh tahun dan akan berada di Baitul Maqdis.

(Hadith riwayat At-Tabarani).


5. Dari Aishah r.a katanya, Rasulullah SAW telah bersabda : "Al-Mahdi itu seorang lelaki dari cucuku, ia akan berperang atas Sunnahku seperti aku berperang atas wahyu".

(Hadith riwayat Na'im bin Hammad)


6. Dari Said bin Al-Musaiyab dari Ummu Salmah yang berkata, "Aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda : "Al-Mahdi itu dari keturunanku dari anak cucu Fatimah".

(Hadith riwayat Muslim, Abu Daud, Ibnu Majah, An-Nasa'i, At-Tabarani dan Al-Hakim)

Namun, tidak terdapat hadits yang menyebut mengapa AI-Mahdi dinamakan Al-Mahdi, tetapi terdapat dua atsar sahabat dalam hal ini.

Abdullah bin Syuzab berkata,“Sebab ia dinamakan Al-Mahdi ialah kerana ia menunjukkan satu gunung di gunung negeri Syam. Ia mengeluarkan dari gua gunung tersebut lembaran-lembaran kitab Taurat. Al-Mahdi berhujah melawan orang-orang Yahudi menggunakan kitab tersebut dan mereka akhirnya kalah. Maka salah satu kumpulan orang-orang Yahudi memeluk Islam.” Atsar ini diriwayatkan oleh Al-Hafiz Ad-Dani dalam Sunannya.


Daripada Ka’ab bin Alaqamah berkata,

“Sebab dinamakannya Al-Mahdi ialah kerana ia menunjukkan pada suatu perkara yang telah hilang, dia mengeluarkan peti dari negeri Antakiah (peti berisi lembaran kitab Taurat dan lain-lain). Diriwayatkan oleh Na’im bin Hammad dalam kitabnya Al-Fitan.


Al-Muhaddits Sayid Ahmad Siddiq Al-Ghumari menerang­kan di dalam kitabnya Aqidah Ahlil Islam Fi Nuzuli Isa AS bahawa Al-Mahdi dilahirkan di Madinah Al-Munawwarah serta dibesarkan di sana. Sebelum umat Islam berbai’at dengannya, berlakulah satu peperangan yang besar di antara penduduk Madinah dengan tentera-tentera As-Syufiani. Dalam peperangan tersebut, penduduk Madinah mengalami kekalahan dan mereka lari bersama-sama Al-Mahdi ke Makkah. Di Makkah datanglah orang dari berbagai-bagai negeri kerana berbai’at dengannya di suatu tempat iaitu di antara Hajar Aswad dan Maqam Ibrahim.


Tanda-tanda keluarnya Al-Mahdi dinyatakan di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Said, Ummu Salamah, Aisyah bin Malik dan Huzaifah Al-Yamani.


Di antara tanda-tanda menunjukkan kemunculan Al-Mahdi itu ada beberapa perkara:


1. Pecahnya Sungai Furat yang terbesar dalam negeri Iraq masuk ke Laut Parsi.


2. Gerhana bulan pada awal malan daripada bulan Ramadhan dan gerhana matahari dari awal bulan Ramadhan.


3. Gerhana bulan dua kali dalam bulan Ramadhan


4. Naik tanduk di langit umpama beberapa gigi.


5. Naik bintang yang berekor yang cerah di sebelah timur


6. Zahir api yang besar dari timur selama tiga malam atau tujuh malam


7. Zahir kelam pada langit.


8. Zahir merah pada langit yang berhamburan ia pada segala tepi langit yang lain daripada merah di tepi langit yang biasa.


9. Seruan yang umum dari langit kepada sekelian ahli bumi dengan loghat masing-masing bahawa Al-Mahdi telah zahir.


10. Tenggelam kampung Khrastan di dalam negeri Syam (Syria).


11. Diserukan daripada langit akan nama Imam Mahdi dengan seruan yang tersangat kuat hingga didengar oleh ahli bumi danipada Timur ke Barat. Maka orang yang tidur menjadi jaga, orang yang berdiri menjadi duduk dan orang yang terduduk menjadi terdiri di atas kedua kakinya kerana terlalu terkejut.


12. Zahir jemaah dari lelaki atau kuda di dalam bulan Syawal. Kemudian maka kedengaran suara yang menunjuk atas yang bathil. Peperangan dalam bulan Zulhijjah serta ramai sehingga mengalir darah di atas Jamratul Aqabah di Mina (tempat melontar).


13. Zahir banyak gempa bumi.


14. Datang dua seruan dari langit. Seruan yang pertama iaitulah seruan daripada langit dengan katanya, “Ketahuilah olehmu akan bahawa seorang yang keluar pada bumi yang bernama Mahdi itu sebenarnya keluarga Muhammad.” (Dan seruan kedua) iaitulah seruan syaitan dengan katanya, “Ke­tahuilah olehmu bahawa seorang yang keluar pada bumi yang bernama Mahdi itu sebenarnya dari keluarga Isa.” (Lihat Ad­Duratun Nafi’ah Fi Isyratis Sa’ah
)


Setengah-tengah ulama’ telah menamakan tokoh-tokoh tertentu sebagai Al-Mahdi. Al-Mahdi yang mereka maksudkan ialah pemimpin-pem­inipin Islam yang adil selepas Rasulullah SAW. berpandukan hadith Rasulullah SAW,


“Tetaplah kamu dengan sunnahku dan sunnah khulafa Ar-Rasydin Al-Mahdi (yang mendapat petunjuk).”
(Riwayat Abu Daud dan At-Tarmizi)



Berpandukan hadith ini maka para ulama Ahli Sunnah Wal Jammah ada yang menentukan seseorang sebagai Al-Mahdi, tetapi bukanlah sebagai Al-Mahdi Muntadzar sebagaimana yang disebut oleh Rasulullah SAW yang muncul di akhir zaman.


Hassan Ibrahini Hassan dalam kitabnya, Tarikhul Islam jüzu’ I m.s 407 menyebut dengan panjang lebar akan masalah ini dan menjelaskan, “Bahawa Al-Mahdi yang dikatakan oleh beberapa ulama’ di dalam kitab-kitab mereka ada beberapa orang itu bukanlah Al-Mahdi yang akan muncul di akhir zaman.”


Al-Imam Ahmad Hanbal sendiri pernah menyebut, “Bahawasanya Umar bin Abdul Aziz tidak syak lagi adalah ia Al-Mahdi, tetapi bukanlah Al-Mahdi yang akan keluar di akhir zaman. Tetapi adalah Al-Mahdi yang mendirikan ke­benaran dan kebajikan” (sila lihat kitab Naqdul Manqul ms 78-79)


Golongan Syiah yang berpendapat bahawa Muhammad bin Al-Hassan Al-Askari sebagai Al-Mahdi juga tidak menyebutnya sebagai Al-Mahdi Muntadzar yang muncul di akhir zaman. Sebaliknya mereka menyebutnya sebagai Al-Mahdi yang akan memimpin mereka atas kebenaran dan kebajikan. (sila lihat kitab ‘Aunal Ma’bud juzu’ II ms 382)


Wallahu a'lam
Muhammad Zahid Waliuddin




~Sumber dari Cahaya Mukmin~

Selanjutnya...

06 Oktober 2009

Siapakah Imam Mahdi sebenarnya?

Untuk mengetahui siapakah Imam Mahdi, kita wajar merujuk kepada hadis-hadis nabi yang sahih tentangnya. Ini kerana ramai sangat yang mengaku menjadi Imam Mahdi akhir-akhir ini. Kalau tidak mengaku sebagai Imam Mahdi pun, ada orang yang tanpa segan silu mengaku sebagai Pemuda Bani Tamim.Islam agama ilmu. Sehubungan dengan itu, untuk mengetahui siapakah Imam Mahdi, umat Islam tidak boleh lari daripada membincangkannya dari sudut ilmu dan dari sumber yang sahih. Sesuatu yang dianggap malang yang berlaku pada zaman ini adalah apabila terdapat segelintir umat Islam yang begitu mudah menjadi 'pak turut' terhadap sesuatu perkara tanpa berpandukan lunas-lunas ilmu pengetahuan. Justeru, tidak hairanlah ajaran sesat boleh bertapak dan berkembang dengan begitu mudah dalam masyarakat kita.

Untuk mengetahui perbahasan tentang Imam Mahdi, boleh dirujuk pada kitab-kitab hadis seumpama kitab Hadis al-Bukhari, Muslim dan selainnya. Tambahan daripada itu, buku-buku yang banyak membicarakan tentang peristiwa akhir zaman berpandukan nas dan sumber yang sahih ialah al-Isya'ah Fi Asyrat al-Sa'ah oleh Imam al-Barzanji, Kitab al-Fitan oleh Abu Nu'aim, Kiamat Hampir Tiba susunan Abu Ali al-Banjari an-Nadwi, 74 Intipati Tanda-Tanda Hampirnya Kiamat oleh 'Iwadh Bin Ali dan terjemahannya oleh Abdullah al-Qari, dan sebagainya.

Sebagai ringkasan daripada sumber-sumber yang dinyatakan tadi, didapati bahawa Imam Mahdi mempunyai nama yang sama seperti nama Rasulullah iaitu Muhammad Bin Abdullah. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam al-Tirmidhi, Rasulullah saw bersabda yang bermaksud: "Dunia tidak akan kiamat sehinggalah bangsa Arab dikuasai (diperintah) oleh seorang lelaki daripada keluargaku (keturunanku) yang namanya sama dengan namaku". Imam Mahdi adalah daripada keturunan Fatimah Binti Rasulullah daripada cabang keturunan Hasan Bin Ali. Menurut Ibnu Kathir, nama penuh Imam Mahdi ialah Muhammad Bin Abdullah al-'Alawi al-Fatimi al-Hasan.Imam Mahdi dilahirkan di Madinah al-Munawwarah. Umurnya ialah di antara 30 ke 40 tahun ketika dibai'ah di dalam Masjidil Haram iaitu di antara kawasan Hajarul Aswad dan Maqam Ibrahim. Akhlaknya banyak menyerupai akhlak Rasulullah saw. Walau bagaimanapun, bentuk tubuh badannya tidak menyerupai bentuk tubuh Rasulullah, sebaliknya ia lebih mirip kepada bentuk tubuh Bani Israel. Hidungnya mancung dan membongkok di tengah, dahinya luas dan terserlah, mukanya bersinar dan warna kulitnya adalah seperti warna kulit orang Arab walaupun bentuk badannya seperti orang Bani Israel.

Pada mulanya Imam al-Mahdi bukanlah seorang yang terkenal dengan sifat keutamaan, namun Allah telah memberi taufik dan hidayah kepadanya sehingga dalam satu malam sahaja dia berubah menjadi seorang yang warak, alim, adil dan sebagainya. Rasulullah saw bersabda yang bermaksud: "al-Mahdi itu dilahirkan dari keturunan Ahlul Bait (keturunan Fatimah r.a) yang telah disempurnakan oleh Allah akan segala kebaikannya pada satu malam sahaja". (Hadis riwayat Imam Ahmad, Isnadnya sahih). Kesempurnaan akhlak dan kebaikan yang dimiliki oleh Imam Mahdi ini melayakkannya untuk memimpin dunia dengan penuh keadilan serta menghapuskan segala bentuk kezaliman yang berleluasa.

Terdapat pelbagai pandangan mengenai tempoh pemerintahan Imam Mahdi iaitu selama tujuh tahun, tiga puluh tahun dan empat puluh tahun. Namun, menurut Imam Ibni Hajar al-Haitami semuanya itu adalah benar kerana riwayat yang menyatakan tujuh atau sembilan tahun ialah merujuk kepada zaman kegemilangan pemerintahannya, riwayat yang menyatakan tiga puluh tahun pula adalah merujuk kepada zaman pertengahan, manakala riwayat yang menyatakan bahawa zaman pemerintahannya adalah selama empat puluh tahun adalah merujuk kepada keseluruhan pemerintahan Imam Mahdi.

Pendokong kuat Imam Mahdi ialah Pemuda Bani Tamim yang sekaligus menjadi 'tulang belakang' kepada kekuatan Imam Mahdi. Pemuda Bani Tamim berasal dari Timur dan mengikut pandangan Syeikh Dr Walid al-'Ani yang dimaksudkan dengan Timur itu ialah Afghanistan. Namanya ialah Syuaib Bin Soleh. Beliau ialah seorang pemimpin tentera yang hebat. Pada waktu malam beliau terkenal sebagai seorang yang amat kuat dan khusyuk beribadah, manakala pada waktu siang pula, pula digeruni oleh musuh dengan ketangkasannya dalam medan perang.

Zaman pemerintahan Imam al-Mahdi akan menyaksikan keadilan kepimpinan yang hebat sehingga rahmat dan nikmat dari Allah berlimpah-ruah. Umat Islam akan hidup dalam keadaan aman dan makmur. Namun kemakmuran itu akan disusuli pula dengan fitnah pada akhir zaman yang amat mencabar iaitu dengan kedatangan Dajjal.

Wallahu a'lam
Muhammad Zahid Waliuddin

Selanjutnya...